MOVIE: Vanilla Sky Review & Spoiler ¦ (Indonesian & English Language)

collage


Directed by: Cameron Crowe  ¦ Produced by : Tom Cruise, Paula Wagner & Cameron Crowe ¦ Screenplay by : Cameron Crowe ¦ Based on: Abre los Ojos by Alejandro Amenábar & Mateo Gil ¦ Starring: Tom Cruise, Penélope Cruz, Kurt Russell, Jason Lee, Noah Taylor,Timothy Spall, Tilda Swinton, Cameron Diaz ¦  Music by: Nancy Wilson ¦ Image Source: DavidSofia, JulieDavid & SofiaDavid & Julie


/Indonesian Language/

/Scroll down to read in English/

Aku  mengetahui film Vanilla Sky awalnya melalui lagu “What if God is One of Us?” yang dibawakan oleh Joan Osborne dan merupakan salah satu original soundtrack film Vanilla Sky itu sendiri.

Film arahan Cameron Crowe ini sesuai dengan seleraku yang memang sangat tertarik dengan film-film yang surrealis, terutama film yang menghadirkan filsafat di dalamnya, seperti filsafat mimpi. Vanilla Sky mengusung tema percintaan dan mimpi yang dialami oleh seorang pria bernama David (diperankan oleh Tom Cruise). David diceritakan sebagai pria kaya raya dengan warisan perusahaan milik orang-tuanya yang telah meninggal dunia. Kekayaan berlimpah dan tanggung jawab untuk mengurus perusahaan besar ternyata belum bisa diaplikasikan oleh David, yang tidak memiliki mental cukup pada saat itu. Sepanjang hidup David dihabiskan untuk bersenang-senang tanpa memikirkan hal yang bermakna. Ia juga memiliki seorang teman perempuan bernama Julie (Cameron Diaz) yang hanya dianggapnya  sebagai teman tidur, sehingga mereka tidak memiliki ikatan apapun. Tepatnya, David masih belum menemukan makna cinta sejati.

Suatu hari, David mengadakan pesta di apartment miliknya pada hari ulang-tahunnya. Ketika itulah, ia bertemu dengan sosok Sofia, wanita yang membuatnya seketika jatuh cinta. David lalu mendekati Sofia dan mengajaknya mengobrol yang ternyata disaksikan oleh Julie. Malam itu juga, David mengantar Sofia pulang dan terjadi percakapan panjang selama di apartment Sofia yang berlangsung sangat lama. Di pagi hari, David yang hendak masuk ke mobil untuk kembali ke apartmentnya, tiba-tiba dihampiri oleh Julie yang telah membuntuti dan mengajaknya untuk masuk ke mobil. Ternyata, Julie berniat untuk bunuh diri bersama David karena di perjalanan Julie membanting setir hingga mobilnya jatuh dari sebuah jembatan. Julie meninggal dan David selamat. Sayangnya, wajah dan tubuh David mengalami banyak kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.

Dalam kondisi yang telah berbeda itu, David mendatangi Sofia dan medekatinya lagi. Beruntung, Sofia tetap mencintai dan  menerima keadaan David yang tak lagi sama. Mereka menjalani kehidupan sebagai pasangan kekasih hingga suatu hari, David menerima kabar bahwa ada seorang dokter bedah yang dapat mengembalikan wajahnya seperti semula. David pun kembali melakukan operasi plastik dan mendapatkan wajah aslinya kembali. Kehidupannya dengan Sofia semakin baik dan bahagia. Sayangnya, setelah itu keanehan-keanehan mulai David alami. Ia melihat Sofia sebagai seorang Julie dan merasa ketakutan. Ia merasa dunia menjadi aneh dan merasa depresi. Orang yang dilihatnya sebagai Julie ternyata dianggap Sofia oleh orang-orang di sekitarnya. David mulai banyak berasumsi macam-macam dan semakin depresi hingga ia akhirnya membunuh Sofia yang ia lihat sebagai Julie. Selain itu, keanehan lainnya juga hadir dalam bentuk secene yang berbeda-beda. David muncul dengan wajah yang kadang rusak dan kadang sempurna, dalam scene yang juga berbeda.

Sampai di sini, penjelasan pun mulai muncul. Semua yang David alami ternyata hanyalah mimpi karena tubuh David yang sedang dibekukan dalam program Life Extension atau Perpanjangan Usia. Terdapat layanan di mana tubuh dapat dibekukan, sehingga tidak mati dan bisa dibangunkan kembali pada masa mendatang. Mimpi yang David alami terjadi karena buah dari keinginannya dan kehidupannya yang selama ini ia jalani bersama Sofia ternyata hanya mimpi. Kemunculan Julie pun juga disebabkan oleh alam bawah sadarnya yang ikut masuk, sehingga mimpi indah yang David alami berubah menjadi mimpi buruk. Di akhir cerita, David akhirnya memilih untuk bangun dari mimpinya.

Kejadian yang dialami oleh David dalam film Vanilla Sky mengingatkanku pada istilah Lucid Dream yang dicetuskan oleh seorang psikiater, Frederik Van Eeden. Saat mengalami Lucid Dream, seseorang dapat mengontrol mimpinya sendiri, termasuk alur dan tokoh-tokoh yang terdapat dalam mimpi. Sebenarnya dari awal aku sudah melihat tanda dari beberapa percakapan dalam Vanilla Sky bahwa film ini memang membicarakan mimpi. Terdapat banyak percakapan antara David dengan sahabatnya ataupun Sofia yang menyebut-nyebut kata “dream”.

Tom Cruise benar-benar berhasil memainkan perannya sebagai David dengan sangat baik. Ekspresi dan permainan emosinya menurut saya sangat maksimal dan berhasil menggiring film sampai ke scene terakhir. Sayangnya, akting Penelope Cruz yang berperan sebagai Sofia justru kurang kuat meskipun Cruz tampil sangat cantik dalam Vanilla Sky.  Akan tetapi, aktingnya tetap dapat dinikmati dan tidak  mengurangi esensi film. Selain itu, Cameron Diaz juga berhasil memainkan peran Julie dengan sangat baik. Keadaan depresi, gaya nakal, dan perasaan cemburunya dapat dengan kuat ia tampilkan dan menjadi nilai plus dalam film.

Bagian cerita yang paling aku suka adalah saat David dan Sofia hidup sebagai sepasang kekasih berdua, serta scene saat David memilih untuk bangun dari mimpinya dan lompat dari atas gedung. Sebelum lompat, Sofia kemudian muncul di depan David karena alam bawah sadar David yang menginginkannya. Setelah mengucapkan salam perpisahan, David kemudian mencium Sofia dan berlari ke arah ujung atap gedung.

Ahya, sebelum David lompat dari atap gedung, ia sempat berkata pada Sofia,

“I’ll find you in another life when we’re both cats”

(aku akan menemukanmu di kehidupan lain, saat kita sama-sama menjadi kucing)

Over all aku suka sekali dengan totalitas Tom Cruise dan Cameron Diaz dalam memerankan David dan Julie. Menurutku, chemistry antara Tom Cruise dan Cameron Diaz justru lebih kuat dibandingan dengan Tom Cruise dan Penelope Cruz. Konsep ceritanya juga sangat menarik dan berkesan. Ketiga tokoh dalam Vanilla Sky benar-benar saling menguatkan dan sulit untuk dilupakan. David yang santai, hobi hura-hura, dan belum banyak mengerti tentang konsep tanggung jawab. Sofia yang santai, manis, berantakan, dan tulus, serta Julie yang pencemburu dan mudah terluka. Aku sangat menyayangkan sekali baru menonton Vanilla Sky setelah bertahun-tahun film ini hadir.

Bagiku, Vanilla Sky meninggalkan beberapa kontemplasi mengenai hidup yang tak mudah untuk dilupakan. Mimpi dan realita yang samar-samar dan sulit dibedakan. Vanilla Sky tak hanya menghadirkan sebuah cerita, namun juga pemahaman bahwa hidup yang mungkin kita jalani ini sebenarnya hanya sekadar mimpi belaka. Ya, menghidupi mimpi, seperti yang beberapa kali diucapkan oleh para tokoh. Sayangnya, akhir cerita Vanilla Sky menjadi bagian yang tidak kusukai karena benar-benar membuat penasaran. David lompat dari sebuah atap gedung, lalu secara perlahan muncul sepotong demi sepotong ingatan yang hadir dalam hidupnya. David lalu terbelalak dan teriak, “I don’t wanna wake up!” dan muncul scene baru, suara seorang wanita yang menyebut nama David untuk membangunkannya.  David membuka mata, lalu film pun selesai.

Nah, jika kamu juga suka dengan film dengan tema mimpi dan percintaan, Vanilla Sky bisa menjadi pilihan tepat karena kekuatan cerita dan akting para tokoh yang menurut saya sangat sayang untuk dilewatkan. Wajah tampan Tom Cruise dan kecantikan Penelope Cruz juga gak akan membuat dua jam waktu yang kamu habiskan menjadi sia-sia. Terakhir, Vanilla Sky juga dilengkapi dengan soundtrack yang hampir semuanya sangat enak didengar. Satu kemasan yang menarik untuk dilewatkan bukan? Bagi kamu yang sudah pernah menonton Vanilla Sky, share juga ya pendapat kamu mengenai film ini di comment section! 

Novi.



/English Language/

I know the Vanilla Sky movie directed by Cameron Crowe through the song “What if God is One of Us?” sung by Joan Osborne, as one of the original soundtrack Vanilla Sky movie.


Directed by Cameron Crowe, for me, this movie really suits to my taste, which is, philosophy. One of some, the philosophy of dreams. This movie is about a romance and a dream of a man named David (played by Tom Cruise). David is a really wealthy man inherited by his parents company. Those wealthy and such big responsibilities turn out couldn’t be well-managed just yet by him, who did not have enough mentality at that time. He spent his life having fun without even thinking any meaningful things. He also had friend named Julie (Cameron Diaz) that he only claimed as a lover, and no strings attached. He didn’t really find what true love is.

One day, a birthday party was held in his own apartment on his birthday. That time, he met Sofia, the girl who made him falling in love. Then, David approached her and had a long conversation in Sofia’s apartment until the dawn. David was about to enter his car but then Julie followed after and came to him, she then asked him to enter the car. Turned out that Julie wanted to kill herself with David, she drove so fast that they then crashed  and fell of from the bridge. Julie died, while David survived. Unfortunately, David was extremely injured that cannot be fixed. Half of his face was broken and he was disabled.

In a different condition David came back to Sofia. Luckily, Sofia still loves ad accepted his condition. They lived they life as a couple until one day he received a news that a plastic surgeon was able to bring back his face back. His life with Sofia was getting better and happier  However, David started to experience strange things. He saw Sofia as Julie and he started to be scared. The world became strange and he was depressed. Turned out that Julie was Sofia in front of the people around him. David began to assume various things and became more and more depressed until he killed Sofia that was seen as Julie.

Besides that, another peculiar thing emerged in different kinds of scene. David came up with the face which was sometimes flawed, and sometimes the other way around, in also different scenes.

Here such an explanation began to appear. All the things that David had gone through was only a dream since David’s body was frozen within Life Extension programme or Extending Age. There was a service where body could be frozen, so people could not die and be waken up again in the future. The dream, that David had experienced, the result of both his willing and his life which he had always lived with Sofia, was only a dream. The emergence of Julie was also caused by his the subconscious which also did entry, so the sweet dream that David faced turned into a nightmare. In the end of the story, David finally chose to wake up from his dream.

This happened to David in the movie of Vanilla Sky, reminding me the term of Lucid Dream initiated by a psychiatrist, Frederik Van Eeden. By the time someone experienced a Lucid Dream, he can control his own dream, including the plot and also the roles inside the dream. Actually I already say a sign from several conversations in Vanilla Sky that this movie did talk about dream. There were many conversations between David with his friends or with Sofia who always mentioned the word “dream”.

Tom Cruise had successfully played his role as David so well. Both his expression and also the way he played the emotion, I think, really maximum, and also successfully led the film until the very last scene. Unfortunately, Penelope Cruz’s act playing as Sofia turned out to be a little weak, even though Cruz appeared so beautifully in Vanilla Sky. However, we can still enjoy the act and did not decrease the essential of the movie. Besides that, Cameron Diaz had also successfully played the role Julie so well. Being depressed, naughty, and her jealousy, she could strongly express and became the plus of the movie.

The part of the story that I really like is that when David and Sofia livedd as a couple, and also the scene when David chose to get up from his dream and jump off from the building. Before he jumped, Sofia then appeared in front of David because his subconscious that wanted it. After a farewell, David then kissed Sofia and ran off to the end of the roof at the building.

Oh, before David jumped off from the building, he said to Sofia,

“I’ll find you in another life when we’re both cats”

            Overall, I really like the totality of both Tom Cruise and Cameron Diaz in playing David and Julie. I think, the chemistry between Tom Cruise and Cameron Diaz turned out to be stronger compared to Tom Cruise and Penelope Cruz. Such concept of the story is also interesting and impressive. Three roles in Vanilla Sky really strengthen each other and it is hard to forget. David who always chilled out, wasted money, and had not understood much just yet about the idea of responsibility. Sofia who was calm, sweet, messy and sencere, also Julie who was jealous and easily get hurt. It is such a pity that I have just watched this after years and years this movie had released.

To me, Vanilla Sky left some contemplations over their unforgettable lives. Both dreams and realities which are hard to differ. Vanilla Sky does not only provide a story, but also an understanding that the life that we are living might be just a dream. Yes, living a dream, just like what some roles have said. Unfortunately, the end of Vanilla Sky’s story is not the part that I like because it makes me really wonder. David jumped off from the roof of a building, then slowly there emerged fragment by fragment of the memories which once ever existed in his life. David then was shocked and shouted, “I don’t wanna wake up!” then there came another new scene, a voice of a lady calling David’s name to wake him up. David opened his eyes, and the movie just ended.

Then, if you like the movie within the theme either about dreams or romance, Vanilla Sky is such an exact choice since its power of story, and the act of the roles which I think very pitiful for you to miss. The charming face of Tom Cruise and the beauty of Penelope Cruz that will never waste the two-hours you spend. Last, Vanilla Sky also provides soundtracks in which almost all of them are really good to listen to. Such an interesting wrap up isn’t it? For you, who have ever watched Vanilla Sky, you can also share your thoughts about this movie in the comment section!

Novi.

WRITE A COMMENT HERE!